Listrik Padam, Tahanan Sel Kabur

Soppeng, Upeks

Pemadaman listrik yang kerap terjadi dua bulan terakhir ini dimanfaatkan Tng(40) seorang tahanan untuk kabur dari selnya. Hal ini terjadi pada Rabu sekira pukul 18.30 wita di Mapolsek Lilirilau Kabupaten Soppeng.

Tahanan yang merupakan tersangka pada kasus penganiayaan membuat panik anggota polisi yang sedang jaga,menurut pengakuan salah seorang anggota Polisi yang bertugas di Mapolsek Lilirilau bahwa ia sampai semalaman tak pernah tidur,karena mereka mencarinya sampai daerah wajo.


Menurut Sukardi (38), salah seorang warga Lilirilau yang tahu persis kronologis kejadiannya pada Upeks Kamis (19/11) mengungkapkan, bahwa awalnya tersangka Tng meminta ijin untuk shalat magrib,namun berselang beberapa saat listrik padam sehingga suasana kantor Polsek ini dalam keadaan gelap gulita.

Hal ini dimanfaatkan tersangka untuk kabur lewat belakang, sementara petugas tetap berjaga di depan. Untungnya, petugas kepolisan bertindak sigap sehingga beberapa jam kemudian tersangka kembali ditemukan dikediamannya Desa Samoling Kec Lilirilau.
Kapolres Soppeng AKBP Arif Rahman yang dikonfirmasi via selularnya Kamis (19/11) terkait kaburnya tahanan ini dari Mapolsek Lilirilau membantah kalau tahanan ini sempat kabur “tahanannya tidak kabur hanya pulang menengok keluarganya”tandasnya (Agus Setiawan)

Sumber : Upeks Edisi Jumat 20 November 2009 Hal 10

Read More......

Andi Kaswadi Resmi Ketua DPRD Soppeng


Pimpinan DPRD Soppeng Akhirnya Dilantik

Ketgam :Sumpah Janji. Ketua Pengadilan Negeri (PN) Watansoppeng Krisnugroho Sri Pratomo SH saat memandu pengucapan sumpah dan janji tiga orang pimpinan DPRD Kabupaten Soppeng defenitif periode 2009-2014 di gedung dewan, Rabu (18/11).

SOPPENG ,Upeks

Pimpinan DPRD Soppeng yang selama ini dijabat sementara oleh HA Kaswadi Razak SE (Ketua)dan A Mapparemma SE,akhirnya di defenitifkan melaui sidang paripurna DPRD Soppeng Rabu (18/11).

Pengambilan sumpah dan janji pimpinan DPRD Soppeng definitif periode 2009-2014 ini dipandu Ketua Pengadilan Negeri Soppeng Krisnugroho Sri Pratomo SH, yang ditetapkan melalui keputusan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo Nomor :3588/XI/2009 tanggal 05 Nopember 2009.


Ketiga pimpinan DPRD Soppeng diantaranya, Andi Kaswadi Razak dari Partai Golkar yang meraih kursi terbanyak di daerah itu sebanyak delapan kursi sebagai ketua, Andi Mapparemma dari PDIP dengan tiga kursi, sebagai peraih suara terbanyak kedua disusul PAN dengan tiga kursi yang dipercayakan kepada Andi Kuneng.

Sementara,Bupati Soppeng Andi Soetomo selaku pimpinan eksekutif di Bumi Latemmamala itu meminta dan mengajak kepada segenap pimpinan dan anggota dewan setempat agar kerjasama antar dua lembaga itu tetap terjalin dengan baik.

“Kami mengajak kepada dewan yang terhormat untuk senantiasa mempertahankan dan bahkan lebih meningkatkan kerjasama, koordinasi dan konsultasi yang selama ini telah dibina bersama tetap terjalin dengan baik,” bebernya di hadapan anggota dewan, muspida, SKPD, dan undangan lainnya di gedung DPRD Soppeng.

Menurut dia, hal itu sebagai suatu bentuk dan komitmen untuk secara bersama menyingsingkan lengan baju untuk berfikir dan berkarya untuk kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Soppeng berdasarkan peraturan perundang undangan yang berlaku dan nilai nilai budaya yang dimiliki. (Agus Setiawan)

Saat Bersumpah,Sound Sistem Mati

Rapat paripurna istimewa tersebut dipimpin Andi Kaswadi Razak berlangsung tertib dan lancar. Namun, Sayang insiden kecil mewarnai pelaksanaannya yakni, saat pengucapan sumpah sound system tidak berfungsi maksimal, bahkan, saat Andi Kaswadi Razak tampil memberikan sambutan sekira pukul 11.20, secara tiba-tiba lampu mati dan seluruh ruang sidang gelap gulita.

Beruntung, insiden tersebut tidak berlangsung lama dan hanya berselang sekira satu menit generator sekretariat DPRD kembali berfungsi seperti sebelumnya. “Hal ini sudah biasa,” kata Andi Dulli sapaan akrab Ketua DPRD dua periode ini sesaat sebelum melanjutkan sambutannya (Agus Setiawan)

Sumber : Upeks Edisi Kamis 19 November 2009 Hal 10 & 12

Read More......

Stroke dan Oesteoporosis Jadi Perhatian DWP


Ketgam : Plt. Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Soppeng Hj A Nurlina Pawelloi MM saat penyelenggaraan sosialisasi penyakit Stroke dan Oesteoporosis di Ruang Pola Kantor Bupati Soppeng Rabu (18/11)

SOPPENG,Upeks

Penderita penyakit stroke dan oesteoporosis yang dikalangan perempuan semakin meningkat. Hal ini menjadi perhatian Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Soppeng.

Demikian diungkapkan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Soppeng Hj A Nurlina Pawelloi MM dalam acara sosialisasi penyakit stroke dan oesteoporosis di ruang pola Kantor Bupati Soppeng Rabu (18/11).


Menurut Hj A Nurlina kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan dalam rangka Peringatan HUT DWP ke 10 dan meningkatkan wawasan serta pengetahuan ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Soppeng tentang penyakit stroke dan oesteoporosis.
“Dewasa ini, begitu banyak kaum ibu yang menderita stroke dan oesteoporosis,dengan adanya soasialisasi ini diharapkan kaum ibu mempunyai pengetahuan tentang penyakit ini sehingga sedini mungkin melakukan pencegahan”ungkapnya

Sementara, Bupati Soppeng Drs HA Soetomo MSi menyambut positif kegiatan sosialisasi ini “ saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Dharma Wanita Persatuan yang telah memfasilitasi kegiatan ini yang merupakan langkah yang sangat positif untuk memberikan penyadaran bagi kita semua terhadap upaya-upaya yang perlu dilakukan dalam penanggulangan Stroke dan Oesteoporosis”ujarnya (Agus Setiawan)

Sumber :Upeks Edisi Kamis 19 November 2009 Hal 20

Read More......

SAUDARA Klaim Penuhi Syarat 13 Ribu KTP

SOPPENG,Upeks

Pasangan Kandidat Bupati/Wakil Bupati Soppeng Drs Syamsu Niang MPd dan A Hendra Pabeangi S Sos Msi (SAUDARA) yang jauh-jauh hari telah mendeklarasikan diri ke publik akan bertarung di Pilkada Soppeng 2010 mendatang melalui jalur perseorangan, mengklaim telah memenuhi syarat dukungan dari masyarakat Soppeng yang dibuktikan melalui fotocopy minimal 13 ribu Kartu Tanda Penduduk.

Hal ini diungkapkan Syamsu Niang kepada Upeks via selularnya Sabtu (14/11) “kami sudah mengumpulkan 13 ribu KTP bahkan lebih, sebagai bukti dukungan kepada SAUDARA untuk maju di Pilkada Soppeng mendatang,andai hari ini sudah bisa mendaftar di KPUD, hari ini juga kami akan mendaftar”ujarnya bersemangat.


Sementara, Marwis Anggota KPUD Soppeng yang dikonfirmasi Sabtu (14/11) di Watansoppeng terkait pendaftaran kandidat Pilkada menyampaikan bahwa pendaftaran akan dimulai pada bulan Februari mendatang.

“Namun, khusus pasangan kandidat Bupati dan Wakil Bupati yang akan mendaftar melalui jalur perseorangan, dukungan masyarakat yang dibuktikan dengan fotocopy minimal 13 ribu KTP sesuai dengan syarat Undang-Undang sudah harus diserahkan di KPUD Soppeng awal Januari mendatang karena akan dilakukan verifikasi berkas dan verifikasi faktual”

Ditambahkannya, berkas dari pasangan yang akan mendaftar dari jalur persorangan, sudah harus lengkap pada saat diserahkan di KPUD pada awal Januari mendatang “ kalau berkasnya tidak lengkap,termasuk tidak mencukupi minimal 13 KTP, berkas ini pasti kami tolak”tegasnya (Agus Setiawan)

Sumber : Upeks Edisi Rabu 18 November 2009 Hal 10

Read More......

Koalisi Non Parlemen Belum Tentukan Dukungan

SOPPPENG,Upeks

Koalisi partai non parlemen terbilang paling awal membuka pendaftaran kandidat Bupati/Wakil Bupati Soppeng. Namun, hingga kini koalisi yang beranggotakan 13 partai di Soppeng ini belum bersikap siapa yang akan diusung untuk bertarung pada Pilkada Soppeng 2010 mendatang.

Meski demikian, koalisi non parlemen, sudah mencatat 6 nama yang telah mendaftarkan diri . Masing-masing Andi Singkeru (Birokrat), Andi Munarfah (Akademisi),Syarifuddin Rauf (Birokrat), Andi Herdi Haryadi (Birokrat, Syamsu Niang (Politisi) dan Hira Putriani Rasyd (Politisi). Namun, hingga saat ini Koalisi non parlemen yang beranggotakan 13 Partai belum menentukan siapa yang akan diusung untuk bertarung pada Pilkada Soppeng 2010 mendatang.


Ketua Tim Mediator koalisi non parlemen Ir Muchtar Baso yang juga Sekretaris Partai Persatuan Daerah (PPD) Kabupaten Soppeng yang dikonfirmasi Upeks Jumat (13/11) terkait arah dukungan koalisi ini mengungkapkan, sudah ada 6 orang yang mengembalikan formulir pendaftaran dari 7 orang yang mengambil formulir.
“satu orang yang sudah mengembalikan formulir pendaftaran tapi belum mengembalikan formulir yakni H Aris Muhammadiyah (Politisi) jelas Muchtar

Lanjut dikatakannya, pihaknya tidak mau terburu-buru untuk menentukan figur yang akan diusung koalisi ini, karena adanya beberapa pertimbangan, diantaranya harus mencermati perkembangan politik hasil Musda Partai Golkar Sul-Sel.

Menurut Muchtar, untuk Pilkada 2010 mendatang, koalisi non parlemen memasang target menang “Koalisi Non Parlemen agak berhati-hati untuk menentukan figur yang akan diusung. Soalnya, di Pilkada Soppeng 2010 mendatang, Koalisi Non Parlemen memasang target menang, Koalisi Non Parlemen tidak hanya sekadar ikut meramaikan Pilkada,tapi kami bertekad akan berjuang dan memenangkan calon kami “pungkasnya (Agus Setiawan)

Sumber :Upeks Edisi 14 November 2009 Hal. 11

Read More......

Anggaran Pilkada Soppeng Minim

Biaya Keamanan dan KPUD Dipangkas

SOPPENG,Upeks

Anggaran keamanan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Soppeng yang digelar Juni 2010 mendatang pada jajaran Kepolisian Resort (Polres) Soppeng dikurangi. Hal ini akibat berkurangnya alokasi anggaran dana DAK Kabupaten Soppeng dari pusat

Kapolres Soppeng Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Arif Rahman menyatakan, pihaknya telah mengajukan anggaran terkait pengamanan Pilkada setempat ke pemerintah kabupaten Soppeng dengan nilai sebesar Rp2 miliar. Namun, hanya disetujui sebesar Rp350 juta.


“Yang kami ajukan sebesar Rp2 miliar lebih, karena persiapan untuk dua putaran, tetapi yang disetujui Pemkab Soppeng adalah hanya Rp350 juta saja,” ungkap Kapolres via ponselnya Kamis (12/11).

Padahal, kata orang nomor satu di jajaran Polres Soppeng ini bahwa, pada Pilkada tahun 2004 lalu, anggaran untuk pengamanan saat itu mencapai Rp990 juta lebih atau hampir Rp1 miliar. “Jadi, sangat ironis memang, 2004 saja dianggarkan hampir Rp1miliar namun pada pilkada nanti hanya dianggarkan Rp350 juta,” tuturnya.

“Kendati alokasi Dana Alokiasi Umum (DAU) mengalami kenaikan, namun kenaikannya hanya berkisar nol koma sekian persen, sementara Dana Alokasi Khusus (DAK) 2010 yang diberikan oleh pusat turun cukup banyak.
Sementara, beban yang harus ditanggung oleh Pemkab terbilang banyak diantaranya, porsi pendidikan dan kesehatan gratis yang dulunya ditanggung pemprov sebanyak 60% dan 40% oleh Pemkab saat ini terbalik. “Begitu pula kenaikan gaji guru melalui sertifikasi,” ungkap Ketua Tim Anggaran Eksekutif Pemkab Soppeng Abd Haris Abbas.

Terkait pengalokasian dalam pilkada mendatang, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Soppeng ini menyatakan, pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk Pilkada Soppeng, masing-masing Rp3,5 miliar untuk putaran pertama dan Rp1,5 miliar untuk putaran kedua.

“Sesuai dengan Rapat Keja Nasional Bidang Kesbang yang membahas Pilkada, pembiayaan Pilkada diharapkan dilakukan secara proporsional. Kalau pun pihak Pemkab tidak memenuhi secara keseluruhan dari dana yang diajukan KPU Soppeng sebesar Rp12 miliar, itu karena kita di Kabupaten Soppeng menggunakan standar daerah,” jelasnya.

Terpisah, Anggota KPUD Soppeng Pammekka SE bidang logistik merasa khawatir dengan besaran anggaran yang dialokasikan Pemkab yang bisa mengganggu kualitas dan kelancaran pelaksanaan Pilkada “ honor PPK dan petugas KPPS di 500 TPS, serta logistik Pilkada saja untuk puataran pertama sudah mencapai Rp. 3 milyar lebih, ini belum termasuk pemeriksaan berkas,pemutakhiran data,sosialisasi dan biaya operasional”

Lanjut dikatakannya “begitu pula dengan biaya pencetakan kertas suara,usulan yang kami anggarkan hanya sebesar Rp.150,sementara informasi terakhir yang kami dapatkan biaya,biaya percetakan mengalami kenaikan menjadi Rp.200 perlembar. Kalau kita membanding-bandingkan dengan daerah lain sesuai dengan data yang dipaparkan di media Soppeng yang paling minim alokasi anggarannnya sementara daerha lain seperti Lutim Rp. 13 milyar,Lutra 13 milyar,Bulukumba Rp. 21 milyar dan Barru Rp.13 milyar “bebernya

Menurut Pammekka, meski alokasi anggaran untuk Pilkada sangat terbatas,pihaknya tetap siap dan berupaya melaksanakan Pilkada dengan baik “Pilkada harus tetap jalan, meski anggaran yang tersedia sangat terbatas”tandasnya (Agus Setiawan)
=============
Sumber : Upeks Edisi 13 November 2009 Hal 18

Read More......

Pelamar CPNS Soppeng Capai 2.530


Ketgam : MATI LAMPU, Detik-detik menjelang batas akhir penutupan pendaftaran,panitia CPNS menerima berkas pelamar dibawah cahaya lilin, karena saat itu mati lampu Selasa (10/11)

SOPPENG,Upeks

Hingga ditutupnya pendaftaran CPNS Soppeng 2009 Senin (10/11) pukul 20.00 Wita,sebanyak 2.530 orang tercatat menjadi pendaftar CPNS untuk memperebutkan 291 formasi umum CPNS Soppeng yang akan diterima tahun ini.


Suriasni, sekretaris Panitia Pelaksanaan CPNS Soppeng yang ditemui Upeks di ruang kerjanya Selasa (11/11) mengungkapkan “Jumlah pelamar CPNS tahun ini mengalami peningkatan hampir 100% dibanding penerimaan tahun lalu yang hanya sebesar 1.605 orang. Untuk pelaksanaan ujian tahun kami mempergunakan 5 gedung sekolah,sementara untuk tahun ini,mengingat peningkatan jumlah pendaftar, mungkin kami akan mempergunakan sekitar 8 sekolah atau lebih”

Lanjut dikatakannya “ semua berkas yang masuk ini akan diperiksa dan diseleksi pada tanggal 11 – 21 November nanti, sementara pelaksanaan ujiannya sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 12 desember mendatang. Yang pasti,kami akan melaksanakan semua tahapan penerimaan CPNS ini sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati”ungkapnya

Dari pantauan Upeks,detik-detik menjelang penutupan pendaftaran CPNS,sejumlah pelamar terlihat sedikit panik akibat situasi tempat pendaftaran yang gelap gulita karena pemadaman listrik yang tidak diantisipasi panitia, sehingga berkas mereka diterima oleh panitia di bawah penerangan cahaya lilin. (Agus Setiawan)


Sumber:Upeks Edisi12 November 2009 hal 10

Read More......

A Nurlina Kembali Pimpin MT Babussa’adah Mangkawani


Ketgam : A Nurlina Pawelloi
SOPPENG,Upeks

Setelah lima tahun memimpin Majelis Taklim (MT) Babussa’adah Mangkawani, Senin (10/11) lalu,segenap pegurus Majelis Taklim ini kembali memilih secara aklamasi sosok Dra HJ Andi Nurlina Pawelloi MM untuk menjadi Ketua MT Babussa’adah Mangkawani priode kepengurusan masa bhakti 2009 – 2014.

Menurut Faridah (40) salah seorang pengurus MT ini kepada Upeks Selasa (11/11) sosok A Nurlina yang sederhana dan rendah hati membuat segenap pengurus dan warga Mangkawani sepakat untuk mempercayakan posisi ketua di sandang kembali oleh isteri Drs HA pawelloi Mappajanci Msi Kepala Inspektorat Kabupaten Soppeng ini


“Selama kepemimpinan beliau, program-program Majelis Taklim kami semuanya berjalan dengan baik.Bahkan,saat ini kami memiliki inventaris berupa 50 buah kursi yang biasa dipakai warga secara gratis kepada warga yang mempunyai hajatan”ujarnya

Sementara, A Nurlina Pawelloi yang juga Kepala Bidang Struktural dan Manajemen BKDD Soppeng mengungkapkan, bahwa amanah yang diberikan untuk memimpin Majelis Taklim yang beranggotakan 110 orang ini siap dilaksanakan dengan baik
“ dengan aktif di Majelis Taklim ini,tentunya ini akan meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT,mudah-mudahan amanah ini mampu saya jalankan dengan baik”

Lanjut dikatakannya “saya memang senang berorganisasi, kegiatan berorganisasi saya lakukan sejak suami saya menjadi camat di Donri-Donri,sampai sekarang saya juga masih aktif di berbagai organisasi “tandas Sekretaris Tim Penggerak Kabupaten Soppeng ini(Agus Setiawan)

Sumber; Upeks Edisi 12 November 2009 Hal 9

Read More......

BKDD Soppeng Dinilai Tak Konsisten

Terkait Penerimaan CPNS Soppeng

SOPPENG,Upeks

Ratusan Alumni Universitas Terbuka (UT) di Kabupaten Soppeng ramai-ramai keluar daerah mengadu nasib mencoba peruntungan untuk menjadi CPNS. Pasalnya, BKDD Soppeng mengambil kebijakan berbeda dengan daerah lain dan tidak mengakomodir ijazah dari UT dalam penerimaan CPNS tahun ini.

Suriasni, Kepala Bidang Formasi dan Kesejahteraan BKDD Soppeng yang dikonfirmasi Upeks Senin (9/11) terkait tidak terakomodirnya lulusan UT ini mengungkapkan bahwa hal ini dilakukan karena menunggu penjelasan dari Dirjen Dikti terkait status lulusan UT di Soppeng.



Diungkapkan,sesuai dengan aturan yang diterima dari pusat,Lulusan UT yang bisa diterima adalah lulusan UT dengan status prajabatan sementara lulusan UT yang ada di Soppeng adalah lulusan dengan status penyetaraan.

Sementara, Saderiah salah seorang lulusan UT yang terpaksa mendaftar di Kabupaten Wajo menilai BKDD Soppeng tidak konsisten”Tahun lalu, ada 3 orang yang diterima jadi CPNS di Soppeng dan SK nya bisa terbit dari BKN. Lantas, kenapa tahun ini kita tidak bisa diakomodir,kenapa hanya Soppeng satu-satunya daerah di Sulawesi Selatan yang tidak bisa mengakomodir lulusan UT,apakah aturan yang diterapkan di Soppeng memang berlaku khusus”bebernya (Agus Setiawan)

Sumber : Upeks Edisi Rabu 11 November 2009 Hal 10

Read More......

Datu Wello Mendaftar Di Golkar


Terkait pilkada Soppeng 2010

Ketgam :
Drs HA.Pawelloi Msi ketika datang mendaftar di Sekertariat Partai Golkar Sabtu ( 7/11) yang diterima langsung Ketua Tim Pilkada Saharuddin Adam Sos MM.
Soppeng, Upeks

Setelah mengambil formulir pendaftaran Calon Wakil Bupati Soppeng beberapa waktu lalu di DPD II Partai Golkar Kabupaten Soppeng Drs HA Pawelloi Msi Kepala Inspektorat Kabupaten Soppeng Sabtu (7/11) datang mendaftar di Sekretariat Partai Golkar Jl Merdeka Watansoppeng.

Menurut Pawelloi kepada Upeks, dipilihnya tanggal 7 November 2009 untuk mengembalikan formulir ini ke Partai Golkar bukan tanpa alasan “ tanggal 7 November bertepatan dengan hari kelahiran saya, biasanya,setiap hari ulang tahun seperti ini saya selalu merenungkan perjalanan hidup, merenungkan apa yang terjadi di hari kemarin, hari ini dan apa yang akan saya lakukan esok. Keputusan untuk mendaftar ini sudah melewati proses perenungan’ ujanya



Pawelloi mengungkapkan, keputusannya ini sudah mendapat dukungan dari keluarga besarnya dan terutama restu dari ayahnya HA Mappajanci BA (Datu Mappajanci) yang saat ini masih tercatat sebagai Ketua Dewan Panasehat DPD Partai Golkar Kabupaten Soppeng “ Golkar dan saya adalah bagian yang tak terpisahkan, disamping karena saya besar dalam lingkungan Partai Golkar,juga karena saya adalah Kader tulen Partai Golkar. Di saman Orde Baru,dalam setiap Pemilihan Legislatif saya tidak pernah absen menjadi Juru Kampanye partai ini “ujar mantan Kadispenda dan Camat Lalabata ini.

Sementara, Firdaus orang kepercayaan Datu Wello sapaan akrab Pawelloi membeberkan bahwa dukungan Pawelloi untuk maju dalam Pilkada Soppeng bukan hanya datang dari keluarga besarnya “teman-teman di Internal Golkar pun sangat merespon Datu Wello maju di pilkada bersama Golkar, pertimbangannya didasrkan pada figur Datu Wello yang termasuk populer di masyarakat Soppeng, salah seorang tokoh adat yang dihargai,berkharismatik,sederhana dan cukup berpengalaman dibirokrasi. Apalagi, sejarah panjang perjalanan Golkar tak bisa tak bisa dipisahkan sama Pung Datu”tuturnya

Berkas pendaftaran Pawelloi diterima langsung Ketua Tim Pilkada Partai Golkar Saharuddin Adam Sos MM bersama Sekertaris Drs Yahya SH, Ketua Bappilu Drs Nurnaping dan sejumlah pengurus golkar yang lain (Agus Setiawan)

Sumebr : Upeks Edisi Senin 9 November 2009 Hal 19

Read More......
Template by : Kendhin x-template.blogspot.com