RTM Soppeng Capai 10.514

SOPPENG,Upeks

Sampai akhir tahun 2008, Rumah Tangga Miskin (RTM) Kabupaten Soppeng telah mencapai 10.514 (19/%), Bila berpatok pada tahun 1997 lalu, saat Soppeng mencapai prestasi sebagai daerah di Sulawesi Selatan yang bebas pra sejahtera, maka rata-rata pertambahan RTM di Soppeng mencapai 876 RTM pertahunnya.
Data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS) Soppeng menyebutkan bahwa, jumlah RTM di daerah yang juga dikenal dengan Bumi La Temmamala itu pada 2006 lalu terdapat sebanyak 10.314 rumah tangga.Pada akhir tahun 2008 lalu meningkat sebanyak 10.514.

“Sementara pada tahun 2008 mengalami kenaikan hingga 10.514 rumah tangga atau meningkat sekira 1,94% dibanding tahun 2006 lalu,” beber Kepala BPS Soppeng Mukriban kepada sejumlah wartawan di Sekretariat Daerah Soppeng Kamis (5/11).



Menurut dia, penambahan tersebut terjadi karena pada 2006 jumlah anggota keluarga di setiap rumah mencapai 3-4 anggota keluarga sementara pada 2008 hal tersebut telah berubah atau memiliki tempat tinggal yang baru. “Kenapa terjadi demikian, karena jumlah anggotanya pada 2008 sudah berubah, sementara pada tahun 2006, jumlah anggota keluarga itu mencapai 3-4 orang dalam satu rumah tangga,” katanya.

Namun kata Mukriban, apabila diukur dari jumlah penduduk miskin di Bumi Latemmamala tersebut maka, pada 2006 terjadi penurunan dari 33.321 orang menjadi 31.534 orang pada tahun 2008. “Jadi, menurun sekitar 5,11% atau berkurang sebanyak 1697 orang,” jelasnya.

Dia menambahkan, sementara apabila dilihat dari persentase rumah tangga miskin pada tahun 2008, maka Kabupaten Soppeng termasuk paling rendah diantara kabupaten-kabupaten lain di Sulawesi Selatan yaitu sebesar 19% jumlah RTM. Sementara untuk Sulsel secara keseluruhan sebesar 28,94%. “Jika menghitung presentasenya, Soppeng adalah daerah yang memiliki kemiskinan terendah di Sulsel,” tandasnya.

Sementara, Aktivis Yayasan Yassisoppengi Agusnawan Iskandar yang dimintai tanggapan oleh Upeks Sabtu (7/11) di Watansoppeng terkait jumlah RTM di Soppeng yang sudah mencapai 10.514 nampak kaget dengan jumlah ini “sampai segitu? wah,wah..kok begitu cepat, persoalan kita yang terendah prosentase kemiskinannya di Sul-Sel, itu ndak bisa dijadikan kebangggan.”ujarnya prihatin (Agus Setiawan)

Sumber: Upeks Edisi Senin 9 November 2009 Hal 10

Read More......

MASIKA DAN HMI Adakan Diskusi Berseri


Terkait Pilkada Soppeng 2010

Ketgam : Said Mallari S Sos

SOPPENG,Upeks

Majelis Sinergi Kalam (MASIKA) ICMI ORDA SOPPENG bekerjasama dengan HMI Cabang Soppeng menggelar acara “Diskusi Berseri” yang dilaksanakan tiap hari Sabtu di Lantai 3 CafĂ© Prima Watansoppeng.

Ide ini mucul dari kurang tersedianya ruang dialog antara kandidat Bupati dan Wakil Bupati Soppeng yang disebut-sebut akan ikut bertarung pada Pilkada Soppeng 2010 mendatang dengan masyarakat Soppeng.

Menurut Ketua Panitia Diskusi, Firman yang juga Ketua HMI Cabang Soppeng kepada Upeks di Warkop Asia Watansoppeng Jumat (6/11) “beberapa narasumber yang santer disebut-sebut akan ikut meramaikan bursa Pilkada Soppeng 2010 mendatang yang sudah dihubungi.



Diantaranya, A Sarimin Saransi, Andi Kaswadi Razak, Andi Sulhan Hasan, Andi Munarfah, Andi Rizal Mappatunru dan Husain Djunaid.”Mereka telah menyatakan kesediaanya untuk menjadi narasumber pada acara ini. Beberapa nama lagi sementara kita komunikasikan”ujarnya

Di tempat yang sama, Koordinator Steering Committee Muh Said Mallari S Sos mengatakan kegiatan ini penting dilaksanakan sebagai ruang dialog antara calon pemimpin Soppeng 2010 dengan masyarakat.

”Disatu sisi,ini kesempatan bagi masyarakat untuk memberikan masukan-masukan terhadap arah dan kebijakan pembangunan Soppeng ke depan sesuai dengan aspirasi dan kebutuhannya dan disisi lain para kandidat Bupati/Wakil Bupati dapat mengelaborasi visi-misinya sesuai aspirasi masyarakat tersebut. Kita tidak mau visi pemerintah, hanya ditentukan oleh elit dan tim sukses dan tidak sama dengan visi masyarkatnya. Apalagi, menurut UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, bahwa visi-misi calon terpilih akan ditetapkan menjadi visi-misi Pemerintah Daerah”Ungkapnya

Sekadar diketahui, acara ini sudah dimulai pekan yang lalu dengan pembicara Sultan Laid, SH. MH (akademisi) sebagai pengantar, pada hari Sabtu ini tanggal 7 Nopember 2009 akan menampilkan nara sumber dari salah satu calon Bupati yang santer di media akan maju melalui pintu independen, yakni Drs. Syamsu Niang, M. Pd dengan pembahasan Visi Pendidikan dan Kesehatan Pro Masyarakat Miskin (Agus Setiawan)

Sumber : Upeks Edisi Sabtu 7 November 2009 Hal.10

Read More......

Soetomo Raih Penghargaan Berdedikasi


Ketgam : Bupati Soppeng Drs HA Soetomo MSi

SOPPENG,Upeks

Di penghujung pengabdiannya, selama hampir lima tahun memimpin Kabupaten Soppeng, Drs HA Soetomo Msi meraih penghargaan Profesional Berdedikasi.

Penghargaan itu diterima Andi Soetomo dari Yayasan Restu Bunda Jakarta beberapa waktu lalu dalam kategori ‘Profesional Berdedikasi'.

Hal itu, tak lantas membuat orang nomor satu di Bumi Latemmamala ini berbangga diri.

Bahkan, orang nomor satu di daerah berjuluk Kota Kalong itu menilai, penghargaan tersebut merupakan motivasi bagi dirinya untuk lebih meningkatkan pelayanan serta apa yang terbaik untuk masyarakat Soppeng.



“Bagi saya ini bukan kebanggaan, ini adalah motivasi untuk bekerja lebih keras, penghargaan ini saya kembalikan kepada masyarakat karena objek dari dedikasi ini adalah dari mereka, karena kami dinilai karena adanya masyarakat,” bebernya kepada sejumlah wartawan saat memberikan keterangan persnya Rabu (4/11)

Diceritakannya, dirinya tal tahu ada penilaian seperti itu “Seandainya penilaian itu meminta kontribusi saya tidak akan bersedia tapi, ini tidak ada konstribusi apa-apa sehingga, saya fikir penilaiannya obyektif, meski demikian saya tetap bersyukur karena ada penghargaan,” ungkapnya.

Bupati menambahkan, sejak dulu dirinya memang memiliki kebiasaan untuk selalu berkunjung kepada masyarakat yang sedang berduka. “Bukan dibuat-buat, setiap ada yang meninggal pasti saya akan singgah, saya juga tidak mengetahui kapan saya dinilai, kapan saya dinilai, yang jelas ini adalah motivasi untuk bekerja lebih keras,” tuturnya.

Apa yang diberikannya kepada pegawai di daerah tersebut kata dia, tetap mengacu pada aturan yang ada, yakni bagaimana memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Yang saya miliki adalah kemampuan berfikir tentang apa yang terbaik untuk Soppeng, apa yang saya persembahkan bagi Soppeng tanah kelahiran saya,” katanya dengan nada optimistis.

Sementara, Kabag Humas dan Prokol Pemkab Soppeng Sarianto mengungkapkan, dalam penghargaan itu hanya tiga orang kepala daerah yakni Bupati Soppeng Andi Soetomo, Bupati Lebong Dalhadi Umar, dan Wali Kota Mataram Moh Ruslan dan satu orang Wakil Bupati yakni, Victor Yermias Tiran Wabup Kupang.

Diantara 40 tokoh penerima award tersebut nampak juga salah seorang selebriti (bintang sinetron) Baim Wong. “Dia dipilih karena juga dinilai memiliki kepedulian social yang tinggi yakni selalu aktif dalam penanggulangan bencana alam,” ungkap Kabag Humas (Agus Setiawan).

Sumber : Upeks Edisi Sabtu 7 November 2009 Hal.10

Read More......

Bupati Warning PNS Yang Jadi Calo CPNS


Pejabat akan dinonjobkan, Lainnya, Diserahkan ke Polisi

Ketgam : CPNS MEMBLUDAK : Hari pertama pendaftaran CPNS Soppengdi loket BKDD Soppengmembludak,Kamis (5/11)

SOPPENG,Upeks

Bupati Soppeng Drs HA Andi Soetomo MSi mewarning dengan ancaman sanksi tegas bagi para PNS yang mencoba-coba jadi calo dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini.

“Saya yakin, tidak ada calo pada penerimaan ini, begitu juga pada penerimaan sebelumnya, kesimpulannya begini, prinsip saya sejak dulu, kalau Anda punya posisi akan saya copot, artinya saya non jobkan kemudian diproses sebagaimana aturan kepegawaian, saya tegas dalam hal itu,” tegas kepada sejumlah wartawan di ruang kerjany Rabu (4/11).

Menurutnya, hal itu diberlakukan bagi mereka yang memiliki jabatan, sementara jika ada calo yang berasal dari luar atau selain pegawai, maka akan diserahkan ke pihak kepolisian.

“Kalau dia bukan pejabat dan PNS akan diserahkan ke penyidik kepolisian, jadi, saya tetap komitmen dalam masalah itu,” ungkapnya.


Bupati menyebutkan, apabila praktek tersebut tetap ada atau istilah bayar dan jatah menjatah maka tidak akan ada kalangan bawah yang bisa menjadi PNS. “Kalau itu dibiarkan dan tidak ditindak tegas maka kapan si anak petani bisa diterima,” kata mantan Karo Humas Pemprov Sulsel ini.

Dia menambahkan, penilaian hasil ujian CPNS tersebut akan ditentukan murni dari hasil tes yang pemeriksaannya melalui komputer. “Yang jelas kami di kabupaten hanya sekedar pelaksana selesai ujian lembar soalnya langsung dibakar, jadi tidak ada jalan untuk melakukan kecurangan, dan mungkin saja yang bisik-bisik di luar itu adalah orang yang tidak lulus,” tandas mantan Camat Lilirilau ini.

Senada diungkapkan oleh pihak panitia pelaksana penerimaan CPNS Soppeng A Suriasni bahwa, seperti pada penerimaan sebelumnya, pihak BKDD setempat dalam penerimaan CPNS tahun ini tidak akan ada kecurangan dari pihak-pihak tertentu karena telah ada pengawasan ketat dari semua pihak.

“Kami yakin tidak akan ada kecurangan, karena prosesnya yang cukup rahasia mulai dari penerimaan hingga pengumumannya nanti,” tegasnya.(Agus Setiawan)

Sumber :Upeks Edisi Jumat 6 November 2009 Hal.10

Read More......

Formasi CPNS Soppeng 457 Orang

SOPPENG,Upeks

Sebanyak 457 pendaftar CPNS Soppeng Tahun 2009 dari ribuan pelamar yang akan mendaftar di Badan Kepegawaian Diklat Daerah (BKDD) Kabupaten Soppeng untuk penerimaan CPNS di Kabupaten Soppeng dipastikan akan diterima tahun ini.

Pasalnya, formasi CPNS untuk daerah berjuluk Kota Kalong itu pada 2009 ini mencapai 457 orang yang tersebar pada beberapa bidang, dari jumlah tersebut yang terbesar adalah penerimaan tenaga guru mencapai 189 orang.



Kepala Bidang Formasi dan Kesejahteraan Pegawai BKDD Soppeng Dra A Suriasni mengatakan, jumlah formasi yang diterima Soppeng yakni sebanyak 457 orang dan yang paling banyak adalah untuk guru.

“Jumlah itu tersebar di beberapa formasi yakni honorer, tenaga tekhnis, kesehatan, dan guru,” ungkapnya kepada Upeks di ruang kerjanya Kamis (5/11).

Menurutnya, selain formasi tersebut, sedikitnya ada lima orang Sekretaris Desa (Sekdes) yang juga akan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Jumlah itu juga termasuk Sekdes yang akan diangkat menjadi pegawai negeri,” ujarnya.

Data yang dihimpun, 457 orang formasi itu tersebar di beberapa bidang diantaranya, 161 orang tenaga honorer, 42 orang tenaga tekhnis, 60 orang tenaga kesehatan, tenaga guru 189 orang, dan lima orang Sekdes.

“Jumlah guru yang akan diterima itu melingkupi semua sekolah mulai dari TK hingga SMU,” kata Suriasni yang juga merupakan salah satu panitia pendaftaran CPNS di Bumi Latemmamala itu. (Agus Setiawan)

Formasi CPNS Soppeng 2009 457 Orang
1. Tenaga Honorer 161 orang
2. Tenaga Tekhnis 42 orang
3. Tenaga Kesehatan 60 orang
4. Tenaga Guru 189 orang
5. Sekdes 5 orang
=========
Jumlah 457 orang

Sumber : Upeks Edisi Jumat 6 November 2009 Hal. 10

Read More......

Hentikan Sweeping !


Ketgam : Kapolres Soppeng AKBP Drs Arif Rachman

SOPPENG,Upeks

Sweeping dan pemalangan yang dilakukan oleh banyak warga di hampir semua wilayah Kabupaten Soppeng dinilai sudah tidak terkendali. Hal ini membuat sosok Kapolres Soppeng AKBP Arif Rachman turun tangan.

Meski maksud sweeping untuk mengantisipasi aksi pencurian yang marak beberapa pekan terakhir di daerah ini,namun. menurut Kapolres hal itu sudah tidak terkendali dan mengangganggu kenyamanan para pengguna jalan.

"Pemalangan itu tindakan yang tidak benar, Sweeping itu tidak betul,salah! yang betul itu Pam Swakarsanya siskamling,sudah kita himbau masyarakat untuk siskamling tapi dengan pemalangan dan sweeping yang dilakukan itu tidak benar”tegas Arif Rachman kepada Upeks Rabu (4/11) usai rapat Muspida di Kantor Bupati Soppeng,



Sekarang,katanya,pihaknya sudah patroli dan memberikan pengertian kepada mereka melalui Camat,Kapolsek dan Danramil. Siskamling itu harus jalan tapi tidak boleh ada pemalangan dan sweeping.

"Sweeping warga saat ini sudah bersih, kalaupun masih ada yang melakukan sweepigh dan pemalangan kita mengingatkan mereka untuk tidak melakukan pemalangan lagi.Karena bagaimanapun, mereka bermaksud membantu kerja kepolisian. Apa yang mereka lakukan yang selama ini,ini kan dampak dari listrik yang selalu padam”ujarnya

Sekadar diketahui, beberapa pekan terakhir warga Soppeng di cekam ketakutan dan kekhawatiran yang berlebihan terkait kejadian pencurian diberbagai tempat dengan waktu yang hampir bersamaan dengan pelaku yang selalu menghilang secara misterius saat dikejar oleh warga. (Agus Setiawan)

Sumber : Upeks Edisi Kamis 5 November 2009 Hal.11

Read More......

Gapeksindo Diminta Tingkatkan Daya Saing


Ketgam : Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng Abd Haris Abbas SH MM saat menyampaikan sambutan dalam Musyarah Cabang II dan Pelantikan Pengurus DPC Gapeksindo Kabupaten Soppeng di Hotel Makmur Watansoppeng Rabu (4/11)

SOPPENG,Upeks

Pengusaha jasa konstruksi yang tergabung di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapeksindo) Kabupaten Soppeng diminta untuk meningkatkan daya saingnya menghadapi Tahun Anggaran 2010 Kabupaten Soppeng.

Pasalnya, angguran pembangunan fisik Kabupaten Soppeng pada tahun 2010 mendatang jauh lebih kecil dibanding Tahun Anggaran 2009 ini.




Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng Abd Haris Abbas SH MM pada Pelantikan Pengurus DPC Gapeksindo Kabupaten Soppeng priode 2009 - 2012 Rabu (4/11) di Hotel Makmur Watansoppeng

“ Saya harap ada upaya dari Gapeksindo untuk melakukan pembinaan internal supaya kemampuan anggotanya lebih professional. Jangan terlalu tergantung pada anggaran APBD, banyak dana-dana yang berseliweran di luar, mudah-mudahan ini bisa ditangkap dan dimanfaatkan oleh rekan-rekan pengusaha” ungkapnya

Sementara, Ketua DPD Gapeksindo Sulawesi Selatan Ir A Ridwan Jabir MM dalam sambutannya menyatakan kesiapannya untuk memperjuangkan agar lebih banyak proyek-proyek di tingkat Provinsi di arahkan ke Kabupaten Soppeng,bahkan pihaknya siap memfasilitasi anggota Gapeksindo yang berniat menambah modal usaha melalui perbankan maupun dari BUMN.

Dalam Musyawarh Cabang II dan Pelantikan Pengurus Baru Gapeksindo, peserta musyawarah sepakat untuk memilih kembali A Mapparemma SE sebagai Ketua DPC Gapeksindo untuk priode kedua kalinya,Sekretaris Harsadi dan Bendahara Mappiasse (Agus Setiawan)

Sumber : Upeks Edisi Kamis 5 November 2009 Hal. 11

Read More......

Pemkab Soppeng Dituding Tak Anggarkan Pilkada


Terkait Pilkada Soppeng 2010

Ketgam : Sekda Soppeng Abd Haris Abbas SH MM

SOPPENG,Upeks

Informasi seputar Pemkab Soppeng yang tidak menyiapkan anggaran untuk Pilkada Soppeng 2010 mendatang pada APBD-P seperti yang dilansir salah satu media harian Senin (2/11) dibantah keras oleh Pemkab Soppeng

Menurut Sekretaris Daerah Pemkab Soppeng Abd Haris Abbas SH MM yang dikonfirmasi Upeks di ruang kerjanya Senin (2/11) pemberitaan itu cenderung menyudutkan Pemkab dan tidak benar sama sekali “dari mana sumber beritanya sampai dikatakan Pemkab tak mengalokasikan anggaran untuk Pilkada, ini tidak benar sama sekali. Kalaupun tidak tergambar di APBD-P tapi di APBD pokok kan ada, masa kegiatan sepenting ini tidak dianggarkan di APBD, yang benar saja”ujarnya


Lanjutnya “Pemkab telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5 milyar untuk Pilkada ini,masing-masing Rp.3,5 milyar untuk putaran pertama dan Rp. 1,5 milyar untuk putaran kedua. Sesuai dengan Rapat Keja Nasional Bidang Kesbang yang membahas Pilkada, pembiayaan Pilkada diharapkan dilakukan secara proporsional. Kalaupun Pihak Pemkab tidak memenuhi secara keseluruhan dari dana yang diajukan KPUD Soppeng sebesar Rp. 12 milyar itu karena kita di Kabupaten Soppeng menggunakan standar daerah.

Sementara, Marwis salah seorang Aggota KPUD Soppeng yang dikonfirmasi via selularnya senin (2/11) mengungkapkan bahwa sumber pemberitaan yang ada di salah satu media itu bukan dari pihak KPUD Soppeng “ mungkin sumber beritanya dari KPUD Provinsi, yang pasti pihak kami dengan Pemkab masih melakukan pembicaraan-pembicaraan terkait alokasi anggaran yang disiapkan oleh Pemkab. Kalaupun ada nilai yang disebut-sebut untuk alokasi anggaran Pilkada Soppeng itu belum final”tandasnya (Agus Setiawan)

Sumber : Upeks Edisi Rabu 4 November 2009 Hal. 10

Read More......

Listrik Sering Padam,Aksi Pencurian Marak

• Warga Sweeping Kendaraan Roda Empat
• Terkait Maraknya Aksi Pencurian

SOPPENG,Upeks

Akibat pemadaman listrik berkepanjangan yang ditengarai menjadi pemicu maraknya isu pencurian di Kabupaten Soppeng dalam dua bulan terakhir ini,warga di enam kecamatan dari delapan kecamatan yang ada di Kabupaten Soppeng, beberapa pekan terakhir ini setiap malam melakukan ronda dan sweeping terhadap kendaraan roda empat terutama di jalan poros yang menghubungkan Kabupaten Soppeng dengan daerah lain.

Aksi warga ini dibekali dengan berbagai senjata tajam seperti parang,badik dan tombak.


Hanya saja, kegiatan sweeping warga ini yang dimaksudkan untuk mengantisipasi aksi pelaku pencurian yang diduga berasal dari luar Kabupaten Soppeng, dinilai sudah mulai tidak terkendali dan menganggu kenyamanan para pengguna jalan. Bahkan, beberapa kendaraan roda empat termasuk mobil dinas pejabat yang mungkin ketakutan melihat warga yang sweeping dengan menggunakan senjata tajam tak luput dari penggeledahan dan dilempari oleh warga karena menerobos palang yang di pasang oleh warga.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Soppeng Ir Sugirman Djaropi MSi kepada Upeks Selasa (3/11) mengungkapkan pengalamannya saat ditahan oleh warga di jalan poros Takalala

“sopir saya yang ketakutan sebenarnya sudah menerobos palang dengan mengambil jalan di selokan,namun untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan akhirnya saya suruh sopir untuk berhenti. Bahkan,saya dengar informasi mobil Bupati Wajo pun pernah dihentikan dan digeledah oleh warga”ujarnya geleng-geleng kepala.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Zainuddin yang ditemui Upeks di ruang kerjanya Selasa(3/11) mengharapkan agar warga yang melakukan sweeping dapat mengendalikan diri dan bersikap santun“sweeping ini mestinya disertai petugas dari pihak kepolisian. Apalagi,informasi kejadian pencurian diberbagai tempat dengan waktu yang hampir bersamaan hanya beredar dari mulut ke mulut, setiap kali ada informasi pengejaran yang dilakukan oleh warga,hasilnya selalu sama, orang yang dikejar tiba-tiba menghilang”tandasnya (Agus Setiawan)

Sumber : Upeks Edisi Rabu 4 November 2009 Hal. 10

Read More......

57 Guru Protes Kejaksaan

Terkait Pemanggilan di Kejari Soppeng


Ketgam : Nampak Kasi Pidsus Kejari Soppeng A Rifai memberikan pengertian kepada para Guru Guru yang melakukan aksi protes Senin (2/11)

Soppeng,Upeks

Pemanggilan beberapa Kepala Sekolah yang ada di Kecamatan Lilirilau oleh pihak Kejaksaan Negeri Soppeng terkait kasus dugaan pungli dalam rangka perayaan 17 agustus 2009 lalu,berbuntut panjang. Sekira 57 Guru bersama Camat Lilirilau Drs Haeruddin MSi Selasa (2/11) ‘menduduki’ Kantor Kejaksaan Negeri Soppeng.

Para guru itu menganggap pemanggilan yang dilakukan Kejari Soppeng ini tidak berdasar dan mengada-ada. Para pahlawan tanpa tanda jasa itu menilai pungutan yang yang diberlakukan di Kecamatan Lilirilau dalam rangka perayaan 17 Agustus 2009 merupakan kesepakatan bersama dan tidak menjadi beban bagi mereka.

Kedatangan mereka ke Kejaksaan Negeri Soppeng untuk mempertanyakan dasar pemanggilan beberapa Kepala Sekolah yang dianggap tidak berdasar dan sangat merugikan secara pribadi bagi kepala sekolah,dan beberapa pejabat di Lilirilau

Kasi Pidsus A.Rifai yang menerima mereka, memberikan kejelasan Kejaksaan memanggil sejumlah oknum PNS itu baru sebatas dimintai keterangan sebagai saksi bukan sebagai terdakwa.

"kalau nantinya dianggap tidak ada keterkaitannya itu yang bersangkutan tidak diproses lagi. Jadi hargai dulu mekanisme proses hukum, kemudian kenapa dipanggil tidak secara serempak sesuai dengan keinginannya ini karena keterbatasan tenaga Jaksa di Kejari Soppeng” tandas A.Rifai

Sementara Jaksa A.Oddang menilai bahwa gerakan ini ditengarai sengaja digerakkan oleh oknum tertentu “yang pasti pihaknya kejaksaan tetap tidak menyurutkan langkahnya untuk penegakan hukum”ujarnya disela sela aksi para guru menentang Kejari Soppeng atas tindakan melakukan proses pemanggilan yang dilakukan terhadap sejumlah Oknum PNS di Kec.Lilirilau.

Dari informasi yang dihimpun Upeks, Panitia Perayaan 17 Agustus 2009 melakukan pungutan pada seluruh PNS yang ada di Kec Liirilau didasarkan atas kesepakatan bersama dengan besaran bervariasi seperti PNS Gol IV pemotongan 40 ribu, GOL III Rp 30 ribu dan Gol II Rp 20 ribu.

Inilah awalnya yang menjadi dasar pihak Kejaksaan melakukan penyidikan, ini terlihat berdasarkan surat pemanggilan yang telah dikeluarkan oleh Kejari Soppeng yang ditanda tangani Kasie Intel Kejari Soppeng Sutopo SH.

Ironisnya, ketika guru guru bersama PNS lainnya melakukan aksi di Kantor Kejaksaan, Kajari bersama Sutopo tidak ada di tempat karena masih berada di Makassar (AgusSetiawan)
Sumber : Upeks Edisi Selasa 3 November 2009 Hal 10

Read More......
Template by : Kendhin x-template.blogspot.com